Belajar memaafkan diri sendiri #1
Pernahkah kalian salah memaknai hidup dan justru terperosok jatuh dalam sekali hingga tak tahu bagaimana cara kembali ke atas? Aku pernah. Dan ini adalah sepenggal kisah tentang perjalanan hidupku yang pernah sepilu itu. Aku masih sangat muda dan bergejolak. Saat seseorang yang terlihat sangat sempurna itu muncul dalam hidupku, aku seolah sedang menggunakan kacamata kuda dan tidak bisa melihat hal di sekelilingku lagi dengan jernih. Aku semakin jatuh hati kepadanya dan masuk ke dalam jurang manipulasi dan kebohongan yang diciptakannya untuk semakin mengikatku secara emosional. Aku saat itu 17 tahun, dan aku belum paham apa itu hubungan toksik. Yang kutahu hanyalah aku mulai sangat mencintainya dan dia sepertinya juga membalas perasaanku dengan baik. Aku terpisah jarak ribuan mil dengannya tapi berkat internet kami masih dapat terhubung di beberapa aplikasi messenger. Saat ibuku memberitahuku bahwa aku hanya selingan untuknya, aku hanya tertawa tidak percaya. Tidak mungkin aku hanya...